Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Wednesday, December 11, 2013

:: Bahagia itu Sederhana, kawan ^_^

ditulis oleh Roni Nuryusmansyah


Ada begitu banyak hal kecil yang bisa membuat seorang manusia bahagia. Kecil? Ya, kecil di mata kebanyakan manusia namun begitu berharga bagi segelintir manusia..

Seorang anak kecil bisa bahagia ketika mengejar anak-anak ayam, tak takut dengan induk ayam yang suatu saat bisa marah dan balik menyerang..
Ia bisa bahagia ketika melangkahkan kaki, mendengar suara ciit ciit ciit terdengar dari sandal baru yang dibelikan oleh ibunya siang tadi..
Ia bisa bahagia ketika menyeringai, melihat bagaimana ibunya meneteskan betadine ke kakinya yang terluka karena jatuh belajar sepeda..
Ia bisa bahagia ketika mendengar suara “Assalamu ‘alaikum” dari bibir ayahnya ketika pulang dari bekerja, terlebih lagi jika membawa sebungkus plastik hitam, berharap isinya adalah sesuatu yang bisa dimakan..
Ia bisa bahagia mendengar ibunya bercerita kisah-kisah Nabi dan para ulama menjelang tidur tiap malamnya..

Seorang ayah bisa bahagia ketika bermandikan peluh, melangkahkan kaki menuju rumah tercinta..
Ia bisa bahagia ketika menggenggam tangan anaknya, menyeberang jalan di pagi hari, mengantarnya pergi sekolah..
Ia bisa bahagia ketika anaknya memasang wajah polos, sok bingung seperti orang dewasa, seraya bertanya, “Ayah, mengapa Allah menciptakan malam yang begitu dingin?”
Ia bisa bahagia ketika mengajari anaknya bagaimana cara memakai baju sendiri..
Ia bisa bahagia ketika menyelimuti anaknya yang tengah terlelap tidur, mematikan lampu kamar, karena walau dalam gelap, anaknya masih bisa melihat mimpi-mimpinya..
Ia bisa bahagia ketika mendengar suara gemerincing uang koin yang ia tabung tiap hari untuk masa depan anaknya..


Seorang ibu pun bisa bahagia ketika melihat anaknya memasukkan suapan pertama setiap sarapan di pagi hari, lalu berkata, “Masakan ibu memang paling enak sedunia”..
Ia bisa bahagia ketika mengusap keringat di dahinya saat melihat lantai rumah bersih, piring bersih, pakaian bersih, semua serba bersih..
Ia bisa bahagia ketika mengernyitkan dahi, memutar otak, mencoba menjawab beribu pertanyaan yang dilontarkan oleh sang buah hati agar bisa memberikan jawaban terbaik..
Ia bisa bahagia ketika menyiapkan secangkir minuman favorit sang suami saat pulang kerja, entah kopi, teh, susu, entah rasanya manis, ataupun pahit..
Ia bisa bahagia ketika menyimak bacaan iqro’ anaknya dengan suaranya yang begitu lucu, menggemaskan..
Semua manusia bisa bahagia dengan hal-hal kecil, kawan..

Seorang kenek bus kota bisa bahagia ketika mendengar suara kaca diketuk-ketuk pakai koin tanda penumpang hendak turun..
Seorang penjual sayur bisa bahagia ketika menyiapkan sayur pesanan harian pelanggannya tanpa diminta..
Seorang kuli bangunan bisa bahagia ketika menyusun bata keseratus di hari itu..
Seorang pengajar bisa bahagia ketika memberi tanda benar saat memeriksa lembar jawaban sang murid..
Seorang murid bisa bahagia ketika mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti setelah bekerja keras memahami penjelasan dari sang guru..

Dan aku, kamu, kalian, kita, penuntut ilmu, bisa bahagia ketika membolak-balikkan buku, menyingkirkan debu-debu yang berada di atas kertas, terkadang dengan tangan, terkadang dengan tiupan, huuuuffff..
Kita bisa bahagia ketika mendengar adzan dari speaker masjid yang syahdu dan mendayu-dayu..
Kita bisa bahagia ketika menajamkan ujung pensil untuk mencatat faidah dari sebuah buku, bak mendapat harta karun yang dicari bertahun-tahun..
Kita bisa bahagia ketika merunduk luluh, membasahi tempat sujud dengan air mata, takut akan Dzat Yang Maha Perkasa..
Kita bisa bahagia ketika membasahi kerongkongan dengan seteguk air, setelah mencoba menahan lapar dan haus lebih dari 12 jam..
Kita bisa bahagia ketika menggaruk-garuk kepala, bukan karena ketombe, tapi karena mencoba memahami permasalahan polemik yang diperselisihkan ulama dari masa ke masa..
Kita bisa bahagia ketika mendengar bacaan imam dengan tartil, melafalkan kalam-kalam Ilahi yang penuh pesona, indah tak terkira..
Kita bisa bahagia ketika mendapati lisan kita basah, berdzikir mengingat Allah, tak hanya pagi petang..
Kita bisa bahagia ketika membasuh muka dengan air, tak peduli panas ataupun dingin..
Kita bisa bahagia ketika melangkahkan kaki walau dengan sepasang sendal usang, memenuhi panggilan adzan..
Kita bisa bahagia dan bahkan sangat bahagia, ketika melihat keluarga kita bersama-sama berada di atas ketaatan kepada Dzat Yang Maha Kuasa..


Ternyata, kalian tak harus menunggu uang berjuta-juta di ATM untuk bahagia..
Tak harus menanti titel berbaris bak semut di depan dan belakang nama untuk bahagia..
Tak harus melihat mobil Rolls-Royce terparkir indah di dalam garasi rumah untuk bahagia..
Tak harus melihat anak wisuda dari Universitas ternama untuk bahagia..
Tak harus memiliki rumah seukuran White House di Washington sana untuk bahagia..
Tak harus mengoleksi guci antik seharga sekian juta terpajang di dalam rumah untuk bahagia..
Tak harus mengarungi tujuh samudera, mendaki tujuh gunung, berkeliling dunia, untuk bahagia..
Tak harus menjadi orang lain untuk bahagia..
Kalian bisa bahagia walau dengan hal kecil yang bisa kalian ciptakan detik ini juga..
Hiasi hidupmu dengan hal-hal kecil, yang bisa membuatmu bahagia, tak hanya untuk dunia, tapi juga akhirat, kampung halaman kita..

Sederhana, bukan?
Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

sumber  silakan klik di sini

Tuesday, July 23, 2013

Gayatri Wailissa : Generasi Muda Indonesia Yang Kuasai Lebih dari 10 Bahasa

 

Jakarta, 23 Juli 2013, Minggu lalu saya menonton Kick Andy 21/7/2013, tentang dua remaja putri yang berprestasi mengharumkan nama Negara di Dunia. Mereka adalah Adelin dan Gayatri Wailissa. Adelin adalah remaja yang aktif menggugah kesadaran tentang lingkungan hidup dalam Sahabat Alam, sedangkan Gayatri adalah Duta Anak ASEAN yang berasal dari Ambon.

Gayatri Wailissa menggugah perhatian kita semua yang menonton. Gayatri remaja dari Ambon Maluku ini membuatku terkesima dan bersyukur, masa Kebangkitan telah akan tiba. Kala bendu (masa Nuswantara hidup susah) akan kita tinggalkan.

Gayatri membuktikan bagaimana anak Indonesia dapat menjadi apapun bila berkehendak, dan pastinya memang Beliau juga telah dibimbing oleh yang tak tampak, dia punya bakat garis darah Leluhurnya. Gayatri menunjukkan bahwa kreatifitas, keinginannya belajar bahasa dapat dilakukannya. Gayatri menguasai bahasa-bahasa Asing tanpa pernah kursus satu kalipun. Ia menggunakan potensi yang ada buku-buku di perpustakaan, yaitu dirinya dan internet (menggunakan chating/yahoo chat) untuk mengecek spelling dan teks.

Gayatri adalah anak dari keluarga sederhana dari ayah yang merupakan perajin hiasan huruf di kaki lima di Ambon. Kemampuan Gayatri berbahasa asing membuatnya ditawari bekerja di UNESCO, UNICEF dan lembaga lain, ia tak mau…Kalaupun ia mau katanya ia akan bersekolah di luar negeri dan akan kembali mengabdikan diri bagi Negeri Indonesia. Itulah anak yang patut diteladani, mencintai tanah airnya–tanah dan air yang memberinya makanan (tumbuhan dan minuman) yang menghidupinya…

Gayatri seorang patut diteladani, bekerja, dan berpikir bagi orang banyak bahkan sejak kecilnya…
Masih banyak pastinya Gayatri lain di Nusantara…kita berharap akan segera muncul…
Gayatri Wailissa, remaja berdarah Jawa-Ambon, adalah inspirasi manusia semesta, yang cinta tanah airnya, tetap optimis dan terus meluaskan diri dan berbagi…



SELAMAT HARI ANAK INDONESIA, 2013–Mari Bersama Menggali Potensi Diri
Gayatri Wailissa “doktor” cilik yang kuasai 11 bahasa asing

AMBON, KOMPAS.com*—*
 
Terlahir dari keluarga yang sederhana, tidak membuat Gayatri Wailissa menyerah untuk mengejar impiannya. Diusianya yang baru 16 tahun, anak dari pasangan Deddy Darwis Wailissa, seorang perajin kaligrafi dan Nurul Idawaty, telah mampu mengukir banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
Gayatri memang bukan anak gadis biasa, kemampuannya melebihi anak seusianya. Bagaimana tidak? Di usianya yang masih belia ini, dia telah mampu mendunia dengan segudang prestasi. Terakhir, Gayatri bahkan menjadi Duta ASEAN untuk Indonesia di bidang anak mewakili Indonesia.


Terlahir dari keluarga sederhana bukan menjadi halangan bagi Gayatri. Keterbatasan materi keluarga tak membuatnya patah semangat. Dia terus menggali segala kemampuan yang ada dalam dirinya. Salah satu mimpi Gayatri adalah menjadi seorang diplomat termuda di Indonesia.

Bakat yang dimilikinya tidaklah sedikit. Gadis ini menguasai banyak kesenian seperti baca puisi, teater, dan drama. Dia juga lihai dalam bermain biola dan menulis. Bukan itu saja, yang paling menakjubkan dari diri gadis belia ini adalah kemampuannya di bidang linguistik. Tak kurang dari 11 bahasa dia kuasai, mulai dari bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, dan India dikuasainya dengan baik dan fasih. Saat ini, dia juga sedang belajar bahasa Rusia dan bahasa Tagalog.

Menurut Gayatri, kemampuannya mempelajari banyak bahasa asing tidak melalui kursus, tetapi dengan cara yang sangat sederhana yakni mendengar lagu dan menonton film asing, kemudian dia terjemahkan melalui kamus.
”Saya tidak punya biaya, keluarga saya sederhana, saya hanya suka nonton film kartun dan dengar lagu bahasa asing, rasa penasaran saya akan bahasa membuat saya mencari tahu arti dan bagaimana mengucapkannya, dari buku saya pelajari tata bahasanya, dari film dan lagu saya pelajari pengucapannya, dan dari kamus saya hafalin kosakatanya. Begitulah cara saya mempelajari bahasa asing,” ungkap Gayatri di Kantor AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Ambon, Senin (17/6/2013).


Di hadapan para wartawan, Gayatri lalu mendemonstrasikan kemampuannya berbahasa. Sebelas bahasa yang dikuasainya itu lalu diucapkannya secara fasih dan membuat wartawan terheran-heran.
Gayatri mulai mendunia kala berhasil masuk seleksi untuk menjadi duta anak, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Dari situ, dia mengikuti seleksi kepribadian hingga kemampuan intelektual. Dia lantas masuk 10 besar dari ribuan siswa yang ikut seleksi sebelum terpilih mengikuti seleksi mewakili Indonesia menjadi Duta ASEAN untuk anak tahun 2012-2013.


Gayatri, kemudian terpilih mewakili Indonesia ke tingkat Asean dan mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN. Untuk pertama kalinya seorang anak Maluku, mengemban tugas negara dan menjadi delegasi tunggal. Dalam forum Asean ini, Gayatri mendapat tempat terhormat dan disapa doktor karena kemampuan 11 bahasa asing yang dikuasainya itu. Dalam forum itu, Gayatri mengatakan, dirinya ditunjuk sebagai penerjemah ketika peserta forum anak menyampaikan sesuatu.

Dalam forum itu juga dia mendapat gelar doktor oleh peserta forum tersebut. ”Karena hanya saya yang mampu menguasai 11 bahasa, saya diminta membantu menerjemahkan ketika peserta forum anak ingin menyampaikan sesuatu, saya lantas diberi gelar doktor karena kemampuan saya itu,” kata Gayatri yang pernah menjabat pemimpin redaksi untuk koran Suara Anak Maluku.

Menurut Gayatri, kesuksesannya menjadi duta ASEAN tidak lepas dari doa dan dorongan kedua orangtuanya. Dia mengakui, selama ini hanya Wakil Gubernur Maluku yang membantunya saat mewakili Indonesia di Thailand. ”Secara nasional, orang mengenal saya sebagai Duta ASEAN untuk anak asal Maluku, dan saya bangga karena saya terlahir sebagai putri Maluku, tapi di tempat kelahiran saya sendiri, saya tidak dihargai, semua upaya saya untuk mengharumkan nama Maluku sama sekali tidak berarti, saya terus bertanya mengapa saya diperlakukan seperti ini?” tanya Gayatri. 
Ketika pemilihan Putri Indonesia, lanjutnya, begitu banyak baliho dan pengumuman yang dipasang di seantero Kota Ambon. Namun, betapa kecewanya Gayatri ketika kepulangannya ke tanah kelahirannya dari Bangkok, hanya ayah dan ibunya yang menjemputnya di Bandara Patimura kala itu. Tidak juga terlihat ada baliho di jalan-jalan. ”Mungkin menjadi Duta ASEAN untuk anak ini bukan sesuatu yang penting barangkali bagi pemerintah kita,” keluhnya.

Dia mengungkapkan, sebelum ke Thailand, dia bersama sang ibu pernah menemui Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Di Kantor Gubernur Maluku, banyak yang didiskusikan. Dia juga sempat meminta Gubernur agar memberikan beasiswa serta percepatan ujian dini bagi dirinya. Namun jawaban Gubernur, “soal beasiswa lihat saja di internet”.
“Saya disuruh lihat beasiswa di internet. Soal permintaan ujian dini juga ditolak Gubernur,” ungkapnya.
 

Karel menolak memberikan beasiswa dan tidak dapat mewujudkan keinginannya mempercepat pendidikan agar bisa ikut ujian SMA tahun ini sebab Gayatri masih duduk di kelas dua SMA. Namun hal itu bukan menjadi rintangan baginya.”Life must go on, hidup harus terus berjalan,” ungkapnya.* “Saya sadari mungkin pemerintah kita punya banyak kesibukan selain memberi perhatian pada anak-anak seperti saya, saya tidak akan patah semangat karena hidup saya masih panjang ke depan,” tegas putri kedua dari tiga bersaudara ini.

Toh, kata Gayatri, dia sudah ditawari begitu banyak kesempatan yang ingin segera dia raih, mulai dari melanjutkan kuliah di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, bahkan mendapat tawaran sekolah diplomat di Sydney, Australia. ”Kendala saya hanyalah saya tidak bisa mempercepat kelulusan saya dari SMA, mestinya saya bisa lulus tahun ini, agar segera bisa kuliah, saya ingin menjadi diplomat termuda sebelum usia 20 tahun,” harapnya.

Kini Gayatri masih menjalani pendidikan di SMA Siwalima, SMA unggulan di Maluku. Banyak rintangan yang dihadapi, tapi prinsipnya luar biasa dan selalu memotivasi dirinya. ”Berpikir dan berbuatlah di luar kotak, jika masih berpikir di dalam kotak pasti akan terbentur empat sisi kotak, tak akan bisa ke mana-mana, tapi jika bisa berpikir*out of box, kita akan menjadi manusia merdeka yang mampu berpikir terbuka,” tegasnya.

Dengan kemampuan yang dimilikinya itu, gadis yang berpenampilan sederhana ini mengaku akan mendorong anak-anak Maluku lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan bakat sehingga mampu bersaing dengan anak di daerah lainnya. “Saya lagi membuat sebuah konsep melalui kegiatan*roadshow*di beberapa sekolah di Ambon mulai dari SD sampai SMA agar anak-anak Maluku lainnya juga dapat mengembangkan bakatnya,” kata dia.

Selain mengunjungi Bangkok, Gayatri juga telah mengunjungi sejumlah negara lain seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan Kanada. Kunjungannya ke sejumlah negara ini dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia dan pariwisata.

*Prestasi Gayatri:*
- Juara 1 Kompetisi Cerita rakyat 2006*
- Juara Bertutur Kanak-kanak 2007*
- Juara 2 Lomba CERPEN Nasional 2008*
- Juara 1 dalam lomba cipta puisi 2009*
- Juara 3 Lomba Baca Puisi Provinsi 2009*
- Juara 1 debat konsep pembangunan daerah 2010*
- Juara 2 karya tarian kreasi baru 2010*
- Juara Peragaan Busana Fashion Putri Daerah 2011*
- Nominasi 3 besar Icon Busana Nasional 2011*
- Juara 1 lomba Pidato dalam hari Anak Nasional 2011*
- Juara 2 lomba karyai ilmiah Sains Terapan 2012*
- Juara Medali Perunggu Olimpiade SAINS Astronomi 2012*
- Juara karya tulis Sastra Nasional 2012
- Juara 1 Lomba Pidato Remaja Hari Kebangkitan Nasional 2012*
- Juara esay Nasional “Hari Perdamaian Dunia” 2012 Kegiatan


* Organisasi/Kegiatan:*
- Pimpinan Redaksi Majalah Anak (Suara Anak Maluku)*
- Pengurus Forum Anak Maluku*
- Ketua Forum Perdamaian (KAPATA DAMAI)
- Penerjemah Bahasa*
- Pramuwisata*
- Penulis Sastra (Puisi, Prosa, Novel)*
- Instruktur Klub Teater*
- Penyiar Radio Swasta-Siaran Anak*
- Reporter/Presenter/Host – Icon Clip Flim Documenter*


sumber  silakan klik di sini

Tuesday, December 11, 2012

8 kebiasaan sehari-hari yang akan buat hidup BAHAGIA



Membahagiakan orang lain harus dimulai dari mulai membahagiakan diri sendiri. 

Kebahagiaan adalah satu-satunya ukuran sejati dari keberhasilan pribadi. Membuat orang lain bahagia adalah ekspresi tertinggi dari kesuksesan, tapi itu hampir mustahil untuk membuat orang lain senang jika Anda tidak bahagia sendiri. Nah untuk membantu Anda mewujudkan hal tersebut, berikut DELAPAN perubahan kecil yang dapat meningkatkan jumlah kebahagiaan dalam hidup Anda:
 
1. Mulailah Setiap Hari dengan Harapan. Seorang yang ingin selalu menjadi lebih baik, ia akan menggantungkan mimpinya dalam sebuah harapan. Kelak, ia akan menggapainya. Oleh karena itu, ketika Anda bangkitdari tempat tidur, membuat harapan dalam pikiran pertama Anda, misalnya "sesuatu yang indah akan terjadi hari ini."



2. Prioritas. Sumber yang paling umum dari stres adalah persepsi bahwa Anda punya terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Daripada terobsesi tentang hal tersebut, pilih salah satunya yang dapat dilakukan hari itu. Hal ini akan menggerakkan Anda lebih dekat ke tujuan Anda. 



3. Berikan Hadiah Kepada Orang yang Ditemui. Hadiah yang dimaksud bukanlah sesuatu yang dibungkus cantik dengan balutan pita. Sebuah hadiah dapat berupa senyuman Anda, kata-kata terima kasih, sikap kesopanan bahkan memberikan anggukan ramah. Dan tidak pernah melewati pengemis tanpa meninggalkan mereka sesuatu. Ketenangan pikiran dapat Anda dapatkan dari sebuah uang receh.

4. Membelokkan Percakapan. Berargumen mengenai politik dan agama kerap membuat seseorang kesal dan kehilangan kontrol emosinya. Ketika topik tersebut mucul kepermukaan, tidak ada salahnya untuk menghindari percakapan tersebut. Anda dapat membelokkan pembicaraan, misalnya dengan mengatakan, “Maaf bisa ganti topik lain, saya suka sakit kepala bila membicarakan hal tersebut”

5. Asumsikan Orang Memiliki Niat Baik. Tidak setiap orang memiliki kemampuan membaca pikiran. Sehingga kita tidak pernah tau mengapa dan ada apa dibalik benak masing-masing orang. Menerka-nerka apa yang ada dibalik pikiran orang akan memberikan kesengsaraan dalam hidup. Lebih baik selalu berasumsi positif kepada orang lain. Karena hal tersebut memberikan banyak kebaikan bagi hati dan jiwa.

6. Santap Sajian yang Lezat dengan Perlahan. Hidup diperkotaan kerap membuat kita dituntut untuk berbuat serba cepat. Meski begitu, setidaknya sesekali mencoba menyantap sesuatu yang benar-benar lezat, seperti sepotong kecil keju atau cokelat impor. Fokuskan pada hal tersebut. Makanlah, rasakan, dan nikmati secara perlahan.


7. Buang Kekhawatiran. Musuh terbesar dari kebahagiaan adalah kekhawatiran. Setelah mengambil tindakan atau keputusan, biasanya pikiran Anda kerap hinggapi kekhawatiran akan apa yang telah dilakukan. Sebaiknya, fokus pada pekerjaan saat berada di tangan Anda. Buanglah pikiran negatif tentang yang mungkin akan terjadi. 

8. Akhiri Hari Anda dengan Rasa Syukur. Tepat sebelum Anda pergi tidur, tuliskan setidaknya satu hal indah yang terjadi. Mungkin sesuatu yang kecil seperti telah membuat anak Anda tertawa atau sesuatu yang besar misalnya telah mendapat kesepakatan kerjasama proyek impian. Apapun itu, bersyukurlah atas apa yang terjadi di hari itu karena hal tersebut tidak akan pernah datang lagi. Selalu bersyukur akan membuat Anda lebih bahagia. (Fida)