Showing posts with label Al-Qur'an. Show all posts
Showing posts with label Al-Qur'an. Show all posts

Wednesday, December 12, 2012

:: Anak Kecil yang takut Neraka ::


Dalam sebuah riwayat dinyatakan bahwa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, pada saat dia berjalan-jalan dia melihat seorang anak kecil sedang mengambil wudhu' sambil menangis.
Lalu orang tua itu mendatangi anak kecil yang menangis tadi, dia pun berkata, "Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?"


Maka berkata anak kecil itu, "Wahai paman, saya telah membaca ayat al-Qur'an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, "Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum" yang bermaksud, " Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu." Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka."

Berkata orang tua itu, "Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka."


Berkata anak kecil itu, "Wahai paman, paman adalah orang yang berakal, tidakkah paman lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar terlebih dahulu sebelum orang dewasa yang dibakar."

Berkata orang tua itu, sambil menangis, "Sesungguhnya anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?"

:: Kebanggaan AYAH ::

Oleh: Ustadz Bobby Herwibowo
Bakri diundang ke sekolah anaknya untuk menghadiri peringatan 'Hari Ayah'. Sebenarnya, dia sangat enggan untuk datang karena merasa sudah tua dan memiliki empat anak.

Bahkan, anak tertuanya sudah masuk kuliah. Namun, istri dan anaknya yang keempat mendesaknya untuk datang ke sekolah.

Setiba di sekolah, para ayah kemudian dikumpulkan di sebuah ruangan untuk menyaksikan penampilan anak-anak mereka menunjukkan kemampuannya. Ada yang menyanyi, menari, menulis, baca puisi, pidato dalam bahasa asing, dan lainnya.

Setiap selesai penampilan, para ayah ini bertepuk tangan sebagai tanda kegembiraan atas kemampuan anaknya. Bakri hanya membatin bahwa dia juga demikian, saat anak pertamanya melakukan hal itu.

Karenanya, ketika tiba giliran anaknya yang bernama Umar, Bakri tampak biasa-biasa saja. Ia menduga, Umar akan menampilkan hal serupa dengan penampilan kawan-kawannya. Namun, dugaannya meleset.

Saat ibu guru sekolah menanyakan kepada Umar akan penampilannya, Umar menjawab bahwa dia ingin tampil bersama Ustaz Amir, guru ekstrakurikuler membaca Alquran di sekolah itu.

Umar mengatakan, ia akan membaca Surah al-Kahfi. Sadar akan jumlahnya banyak (110 ayat), ia meminta Ustaz Amir memilihkan ayat yang akan dibacanya. Saat diminta membaca ayat 1-5, dengan lancar Umar membaca. Dan yang luar biasa lagi, ternyata bacaan Umar sangat indah.

Ia meniru Muhammad Taha al-Junaid, seorang qari cilik yang terkenal dan sering didengar suaranya oleh Umar. Bacaannya begitu tenang dan penuh kedamaian. Kemudian, Ustaz Amir memintanya untuk membaca ayat ke-60. Dan dengan lancar, Umar membaca dengan suara yang juga sangat merdu serta menenangkan jiwa.

Kini, semua mata para ayah tertuju pada Umar. Mereka semua sangat kagum akan kemampuan Umar. Mata para ayah tampak berkaca-kaca. Seolah mereka penuh harap anak-anak mereka bisa seperti Umar. Demikian pula dengan Bakri, ayah Umar. Ia yang tadinya tak sepenuh hati datang ke sekolah, kini tampak bersemangat.

Belum selesai, Umar lagi-lagi diminta Ustaz Amir untuk membacakan ayat 107-110 Surah al-Kahfi sebagai penutup penampilannya. Maka, Umar pun membacanya tanpa kesalahan. Begitu selesai, Bakri langsung bangkit dan memeluk Umar. Ia begitu bangga dengan buah hatinya. Para ayah yang menyaksikan hal itu pun tampak terharu dengan derai air mata yang membasahi pipi.

Menyudahi suasana haru itu, ibu guru bertanya kepada Umar tentang alasan dia membaca Alquran untuk ayahnya. Umar menjawab, "Ustaz Amir pernah mengajarkan kepadaku agar rajin membaca Alquran. Dan kalau hafal, orang tuanya akan mulia di akhirat. Aku ingin ayah dan ibuku mendapat kemuliaan seperti itu," jawabnya. Semua yang hadir pun memuji kebesaran Allah.

Bakri kemudian meminta izin untuk memberikan sambutan. "Kita menyekolahkan anak-anak di sekolah terbaik agar bisa mengejar kemajuan dunia. Aku juga demikian. Dengan ambisi duniawi, aku menyekolahkan Umar dengan harapan ia akan memiliki masa depan gemilang. Hari ini aku sadar. Anakku justru telah membuat masa depanku gemilang dengan mempelajari dan menghafal Alquran. Terima kasih, anakku. Maafkan ayah yang lupa mendidikmu untuk mempelajari Alquran."


sumber http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/12/12/mewxmp-kebanggaan-ayah

Sunday, November 4, 2012

Mengenalkan Al-Qur’an Pada Anak Sedini Mungkin




Sejak masih di dalam kandungan, saya dan suami berusaha memperdengarkan Al-Qur’an kepada janin yang ada dalam kandungan saya. Bisa berupa lantunan murotal- yang kami unduh dari internet lalu kami simpan di HP atau dari radio Islami-, bisa kami sendiri yang berusaha membacakannya atau bisa juga berupa zikir pagi sore.

Kalau menurut penelitian alunan lagu-lagu klasik bisa mempengaruhi kecerdasan bayi, kami justru lebih percaya lantunan Al-Qur’an memiliki efek yang jauh lebih baik. Setelah lahir, rutinitas tersebut tetap kami lakukan, tapi pengenalannya lewat media visual. Alhamdulillah respons anak saya pun begitu baik. Saat diperlihatkan DVD murotal dia langsung menyimak dengan serius, kadang sambil menyimak dia sambil mengocehkan ucapan yg tidak jelas, bahkan terkadang sambil tertawa.


Harapan kami dengan memperkenalkan Al-Qur’an sedini mungkin, anak kami nantinya tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga secara emosional dan spiritual. Bayi yang baru lahir ibarat kertas putih. Orangtuanyalah yang pertama akan membubuhkan tinta di atasnya. Apakah orang tuanya akan membubuhkan dengan tinta hitam, tinta merah ataupun tinta biru. Dengan mengenalkan Al-qur’an sedini mungkin, ibaratnya kami sedang berusaha membubuhkan tinta emas pada kertas kehidupannya. Tinta emas yang insya Allah akan terus dia bawa sampai dia dewasa kelak.


Insya Allah Al-qur’an ini akan menjadi petunjuk jalannya, menjadi cahaya dalam gelapnya, menjadi obat yang akan mengobati lukanya, dan menjadi penentram di saat gelisahnya. Amin.


sumber  http://mommiesdaily.com/2012/07/31/mengenalkan-al-quran-pada-anak-sedini-mungkin/