Sunday, December 9, 2012

Terlalu sering menggendong bayi : Baikkah ?




Sebagian orangtua menganggap terlalu sering menggendong tak baik untuk bayi. Padahal di usia tertentu, justru bayi butuh digendong.

Dokter spesialis anak, dr Attila Dewanti, SpA (K) mengatakan pada dua bulan pertama, kebiasaan menggendong dibolehkan karena bisa menenangkan bayi dan ini menjadi cara untuk membantu bayi beradaptasi.

"Menggendong tergantung usia. Kalau bayi baru lahir direbahkan saja biasanya sering menangis karena bayi satu bulan lebih rewel. Jadi dua bulan pertama boleh sering digendong karena ini menenangkannya," jelas dr Attila dalam talkshow perawatan bayi diadakan Tabloid Nakita dan Brawijaya Women & Children Hospital, Jakarta, Sabtu (8/12/2012).

Menurut dr Attila, pada dua bulan pertama, bayi butuh sering digendong sebagai cara penyesuaian dengan lingkungan di sekitarnya. Bayi sejak dalam rahim mendengar detak jantung ibunya. Saat bayi tidur di boks, ia merasakan suasana hening yang tak biasa baginya. Ia belum bisa beradaptasi dengan baik akhirnya bayi kerap menangis.

"Kalau digendong, bayi nyaman karena ia mendengar detak jantung ibunya, yang biasa ia dengar saat masih dalam kandungan, jadi ini menenangkannya," jelasnya.

Menggendong juga bisa meningkatkan bonding. Sambil menggendong ibu bisa mengajak bayi bicara. Cara ini juga membantu merangsang sel saraf bayi. Jadi, sambil menggendong ibu bisa membantu menstimulasi otak bayi yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasannya.

Meski menggendong baik pada bayi baru lahir hingga usia dua bulan, dr Attila juga sepakat pada orangtua yang beranggapan tak baik terlalu sering menggendong bayi yang sudah semakin besar.

Terlalu sering menggendong anak justru bisa mengurangi kesempatannya untuk mengeksplorasi diri yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.

sumber  http://female.kompas.com/read/2012/12/10/09343859/Terlalu.Sering.Menggendong.Bayi.Tak.Baik.?utm_source=female&utm_medium=cpc&utm_campaign=artbox

Masyarakat tanpa uang tunai (cashless society)


*Bila untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari saja Anda menggunakan kartu kredit, ini merupakan pertanda keuangan Anda bermasalah*

 
Cashless society, apa maksudnya? Cashless society adalah kalangan yang dalam transaksi keuangannya tidak lagi menggunakan uang tunai, tetapi sudah dalam bentuk kartu, baik berupa kartu kredit, kartu debit, maupun cash card.

Lebih dari itu, dalam melakukan pembayaran kewajiban kepada pihak lain juga tidak lagi secara tunai. Semua dilakukan dengan cara elektronik, baik dalam bentuk internet banking, transfer melalui ATM, maupun phone/SMS banking.
Jadi, dalam keseharian, kalangan tersebut boleh dibilang tidak lagi memegang uang tunai. Kalaupun ada, hanya ala kadarnya. Sekadar untuk membayar parkir atau kegiatan-kegiatan yang membutuhkan uang tunai dalam jumlah yang kecil.

Arif dan terkontrol
Lantas, apa manfaat dari penggunaan transaksi nontunai itu? Banyak sekali. Namun, juga bisa berbahaya sekali. Mengapa? Karena cashless sebenarnya seperti pedang bermata dua. Jika yang menggunakan arif dan memahami fungsi pedang tersebut sekaligus bisa mengontrolnya, manfaatnya akan luar biasa.
Demikian juga dengan penggunaan kartu kredit dan kartu debit. Jika dilakukan dengan perencanaan, dampaknya akan baik. Sebaliknya, jika penggunaannya tidak dikontrol, dampaknya bisa lebih mengerikan ketimbang melakukan transaksi dengan uang tunai.

Umpamakan saja Anda tengah berjalan-jalan di mal lalu teman Anda membawa Anda ke toko yang secara kebetulan menjual barang yang menarik hati Anda. Sebelumnya Anda sama sekali tidak memiliki rencana membeli barang tersebut, tetapi karena di dompet Anda tersedia kartu kredit, tanpa pikir panjang, Anda membeli barang dimaksud dengan menggunakan kartu kredit. Sangat mudah. Anda hanya berpikir, toh, bayarnya nanti saja. Mungkin setelah gajian.
Namun, coba bayangkan jika hal seperti itu terjadi berulang-ulang. Jelas, tagihan kartu kredit Anda akan membengkak dan sebagian penggunaannya untuk membayar barang-barang yang sebelumnya tidak direncanakan dibeli. Jika situasinya seperti ini, jelas penggunaan kartu kredit dapat menimbulkan masalah dalam pengelolaan keuangan Anda.

Bagaimana dengan kartu debit? Tidak jauh beda. Sebagian kalangan lebih suka menggunakan kartu debit ketimbang kartu kredit dengan alasan bisa mengontrol dan tidak perlu membayar bunga. Namun, dalam realitas penggunaannya bisa saja mirip dengan perilaku ketika menggunakan kartu kredit. Konkretnya karena tidak menggunakan uang tunai, berasa seperti tidak mengeluarkan uang. Jadi, kartu debit pun digunakan dengan mudah.
Yang terjadi kemudian, saldo di tabungan menjadi berkurang drastis akibat penggunaan yang tidak terkelola. Ya, kata kuncinya adalah bagaimana mengelola penggunaan kartu, apa pun kartu itu ketika ingin menjadi bagian dari cashless society.

Perilaku penggunaan
Lantas bagaimana baiknya? Menjadi bagian dari cashless society atau menggunakan nontunai dalam transaksi pembayaran apa pun pada dasarnya adalah sesuai dengan semangat zaman. Adalah hal yang mustahil untuk mengantongi uang dalam jumlah besar. Bukan hanya soal keamanan, melainkan juga kenyamanan. Namun, lepas dari faktor tersebut, penggunaan alat pembayaran nontunai tentu sebaiknya memenuhi kaidah tertentu.

Pertama, ketika melakukan pengeluaran/transaksi, baik secara tunai maupun menggunakan kartu, tetap mesti berdasarkan suatu perencanaan keuangan. Yang berbeda hanya dalam praktiknya, yakni bisa cash dan bisa noncash. Ini menjadi falsafah paling dasar. Sebab, kalau tafsirnya berbeda alias penggunaan kartu dianggap bukan pengeluaran, mau menggunakan tunai atau nontunai akan sama-sama menimbulkan masalah.

Kedua, memilih alat transaksi pembayaran yang sesuai dengan karakter pribadi. Apa maksudnya? Jika Anda seorang yang cenderung boros, penggunaan kartu debit akan lebih mengekang untuk melakukan pengeluaran yang berjumlah besar. Mengapa? Karena pengeluaran yang besar akan langsung mengurangi tabungan seketika itu juga. Bagi sebagian kalangan, ketika melihat jumlah tabungannya berkurang, biasanya akan muncul penyesalan dan rasa kurang enak. Jika hal ini berlangsung berulang-ulang, pemilik dana akan terdorong mengubah perilaku menjadi lebih hemat.

Ketiga, memilih penerbit kartu yang memiliki jangkauan luas dan kredibilitas teruji. Apa maksudnya? Penggunaan kartu debit dan atau kartu kredit memang memudahkan, tetapi juga menambah risiko, baik itu risiko kehilangan kartu, penyalahgunaan, maupun pemalsuan. Nah, penerbit kartu yang kredibel biasanya telah memberikan perlindungan berlapis agar nasabahnya terhindar dari masalah-masalah seperti itu. Jadi, tanpa bermaksud mengecilkan ”pemain baru” dalam bisnis kartu, penerbit yang sudah berpengalaman ada baiknya menjadi pilihan utama.

Kesimpulannya, tidak ada salahnya masuk sebagai bagian dari cashless society. Sebab, secara teknis memang akan memberi banyak kemudahan dalam melakukan transaksi. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana mengubah perilaku penggunaan transaksi. Sebab, jika perilaku penggunaan uang tetap sama, mau disebut sebagai transaksi tunai ataupun nontunai, sama-sama akan menimbulkan masalah.

(Elvyn G Masassya, praktisi keuangan) 

sumber  http://female.kompas.com/read/2012/12/10/0946474/Masyarakat.Tanpa.Uang.Tunai

Thursday, November 29, 2012

:: Kroket Mie ::



Camilan ini pasti disukai si kecil karena rasanya gurih dan enak. Nutrisinya juga cukup kaya karena dicampur dengan daging sapi dan sayuran. Bisa diberikan sebagai camilan sepulang sekolah atau untuk bekal sekolah! Nyam... nyam gurih!

Bahan:
1 sdm minyak sayur
1 siung bawang putih, cincang halus
3 butir bawang merah, cincang halius
100 g daging sapi, cincang halus
50 g wortel, potong kecil
4 buah buncis muda, iris halus
1 sdm tepung terigu
150 ml susu cair
250 g mi kering, rebus hingga lunak, tiriskan
½ sdt pala bubuk
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
Pelapis:
1 butir telur ayam, kocok hingga berbuih
100 g tepung panir putih kasar

Cara membuat:



  • Tumis bawang putih dan bawang merah hingga layu.
  • Masukkan daging sapi, wortel, dan buncis. Aduk hingga layu.
  • Taburi tepung terigu, aduk hingga rata.
  • Tuangi susu, aduk hingga rata dan didihkan.
  • Masukkan mi, pala, merica dan garam, aduk rata.
  • Bentuk adonan mi menjadi bulat panjang.
  • Celupkan masing-masing ke dalam telur kocok dan gulingkan dalam tepung panir hingga rata.
  • Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning keemasan.
  • Angkat dan tiriskan.
Untuk 12 buah

Catatan:

Jika akan disimpan atau tidak sekaligus digoreng, simpan kroket yang sudah dilapisi tepung panir dalam wadah tertutup di lemari es atau freezer.

sumber  http://food.detik.com/read/2010/04/05/114434/1332036/361/resep-kue-kroket-mie

Wednesday, November 28, 2012

** Sup Kacang Hijau **



Kacang hijau tak harus jadi bubur manis. Protein dan seratnya bagus buat tubuh. Disajikan sebagai sup rasanya justru jadi gurih enak. Makin bernutrisi dengan tambahan daging dan sayuran.

Bahan:
1 sdm margarin
30 g bawang Bombay, cincang
1 siung bawang putih, cincang
100 g daging tetelan sapi rebus, potong-potong
1 L kaldu daging
100 g kacang hijau, cuci, rendam air dingin, tiriskan
75 g wortel, potong-potong
1 batang seledri, potong kasar
½ sdt merica bubuk
½ sdt pala bubuk
1 sdt garam
Pelengkap:
crouton

Cara membuat:

  • Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga wangi.
  • Tambahkan daging, aduk rata.
  • Tuangi kaldu dan masukkan kacang hijau.
  • Masak dengan api kecil hingga kacang hijau merekah dan empuk.
  • Tambahkan wortel, seledri dan bumbu.
  • Didihkan dengan api kecil hingga kental. Angkat.
  • Sajikan dengan taburan Crouton.
Untuk 6 orang

sumber  http://food.detik.com/read/2010/03/08/102856/1313385/368/resep-sup-sup-kacang-hijau

:: Pendidikan QUR'ANI ::



Oleh: Hasan Basri Tanjung
Setiap anak yang dilahirkan adalah fitrah (suci). Kedua orang tua yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. (HR Bukhari Muslim).

Hadis ini mengajarkan betapa peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak. Orang tua adalah guru utama dan keluarga sebagai sekolah pertama untuk melahirkan generasi terbaik. (QS [98]: 7).

Alquran mengingatkan umat Islam agar tidak meninggalkan generasi yang lemah (dzurriyyatan dhi’afan) (QS [4]: 9), tapi generasi yang kuat, cerdas, penyejuk mata dan hati serta pemimpin orang bertakwa. (QS [25]: 74).

Karenanya, pendidikan Islam harus berorientasi Qur’ani yakni pembentukan karakter Islami. Bukan berorientasi nilai (angka) akademik dan kelulusan, apalagi mengabaikan akhlak (moralitas).

Khalid Bin Hamid al-Hazimy, penulis buku, “Ushul al-Tarbiyah al-Islamiyah”, menjelaskan tiga orientasi pendidikan Qur’ani. Pertama, orientasi penanaman. Ibarat pohon, ia bermula dari bibit pilihan, ditanam dengan kesungguhan dan keikhlasan, hingga tumbuh dan berkembang menjadi pohon yang kokoh, rindang dan berbuah.

Begitu pula dengan manusia. Dari jutaan sperma, hanya satu yang berhasil membuahi sel telur dengan benih terbaik. (QS [76]: 1-2). Dalam kandungan, ia ditiupkan ruh Ilahi dengan potensi tauhid (QS [7]: 172). Ketika lahir, ia diazankan dan diiqamatkan agar mendengar kalimah tauhid dan thayyibah.

Pendidik Sejati, Luqman al-Hakim, telah memberikan teladan dalam mendidik anak yang benar yakni penanaman akidah lebih dahulu. Jika akidah tauhidnya kuat, maka kepribadiannya pun akan baik. (QS [31]: 12-19).

Kalimah thayyibah itu, laksana pohon yang akarnya menghunjam ke bumi dan dahannya menjulang ke langit, dengan buah yang banyak. (QS [14]: 24-25). Pepatah Arab mengatakan, “man yazra’ yahsud” (siapa menanam dia akan memanen).

Kedua, orientasi pemeliharaan. Ia mesti dijaga (evaluasi) dengan baik agar tumbuh menjadi pohon yang kokoh, sekaligus memperkuatnya dengan pupuk yang berisi akhlak mulia, agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif.

Nabi Ya’qub AS bertanya kepada anak-anaknya, “Apa yang akan kalian sembah sepeninggalku?”

Mereka menjawab, “Kami akan menyembah tuhanmu, tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail dan Ishaq, yakni Tuhan yang Mahaesa.” (QS [2]: 133). Kalau kita, sering menanyakan, “Apa yang akan kalian makan setelah aku mati?”

Ketiga, orientasi penyembuhan. Pohon yang tumbuh akan terus menghadapi bala dan hama. Ia harus diberi obat penawar untuk melawan hama. Jika tidak, ia bisa mati atau hidup segan mati tak mau.

Begitu pula perkembangan anak-anak di tengah tatanan sosial yang bobrok ini. Upaya-upaya sistematis dan massif untuk merusak akidah, pemikiran dan akhlak anak-anak sangat deras dan bertubi-tubi, termasuk pada siaran televisi TV yang memberitakan kekerasan, pornografi, serta pornoaksi.

Mereka harus dirangkul dan dibimbing menuju jalan yang benar. Jangan tinggalkan dalam kesesatan. Kita bimbing mereka dengan membaca dan merenungi Alquran, karena ia adalah obat dan penyejuk hati (QS [17]: 82), bertaubat dan istighfar (QS [66]: 8), mengerjakan kebaikan dan muhasabah. (HR Tirmidzi). Wallahu a’lam.

sumber  http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/11/27/me5dxq-pendidikan-qurani

Monday, November 26, 2012

:: AYAM GORENG RENYAH ::

Ingin sajikan hidangan ayam goreng yang special? Cobalah resep dibawah ini, insya Allah keluarga ukhti akan menyukainya karena gurih dan renyah ga kalah dengan ayam goreng ala restaurant siap saji. Kriuk,..kriuk,..hm…



Bahan :
- 1 ekor ayam, potong 10-15 bagian (potong dengan ukuran kecil) atau sesuai selera
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt merica bubuk
Adonan pencelup :
- 2 putih telur
- 6 sdm susu cair 

Lapisan tepung :
- 350 gram tepung terigu
- 75 gram tepung sagu
- 2 sdt garam
- 1 sdt merica bubuk
- 1 sdm bumbu pelezat rasa ayam
- 1 sdt cabai bubuk (buat yang suka pedas bisa ditambah porsinya agar lebih menggigit rasanya) 
- Minyak untuk menggoreng secukupnya 

Cara membuat :
1. Ayam cuci bersih, tiriskan, tusuk-tusuk dengan garpu pada beberapa bagian sisinya (agar ketika di goreng matang merata tidak hanya dibagian luarnya saja) kemudian lumuri dengan garam dan merica bubuk, remas dan diamkan selama 30 menit.
2. Pencelup : putih telur campur dengan susu cair, aduk rata.
3. Lapisan tepung : campur tepung terigu dengan sagu, garam, merica, bumbu pelezat rasa ayam (bila suka) dan cabai bubuk, aduk rata.
4. Panaskan minyak goreng, ayam celupkan ke adonan telur, angkat dan lumuri dengan tepung berbumbu, remas-remas hingga tepung rata ke seluruh bagian ayam, dan goreng hingga matang kecoklatan, angkat.
5. Sajikan dengan kentang goreng dan saus cabai botolan. 
Untuk : 4 orang Tips: agar ayam terasa lebih gurih ketika di santap diamkan dalam lemari es selama 30 menit-2 jam agar bumbu meresap dengan sempurna. 

sumber http://muslimahzone.com/ayam-goreng-renyah/

:: cara menggoreng AYAM yang renyah ::



Ayam goreng dengan kulit yang renyah dan daging yang lembut pasti akan jadi sajian favorit keluarga. Tapi bagaimana caranya agar Anda bisa membuat ayam goreng yang lezat nan renyah seperti buatan restoran fast food favorit? Simak beberapa tips berikut ini untuk menyempurnakan sajian ayam goreng Anda:
  1. Untuk mendapatkan kulit ayam yang renyah dan nikmat, Anda bisa mencoba menggunakan adonan dengan remah roti. Adonan yang menutupi seluruh bagian potongan ayam dengan sempurna akan membuat daging ayam menjadi lembut dan juicy, karena daging ayam masak dengan sempurna karena mendapatkan uap panas dari minyak goreng. Untuk mendapatkan tekstur yang lebih renyah, Anda bisa menggunakan pelapis lain seperti cornflakes.
  2. Sebelum melapisi ayam dengan adonan untuk kulit ayam, keringkan daging ayam Anda sebelum digoreng dengan cara menepuk-nepuknya dengan tissue. Daging ayam yang terlalu basah akan membuat lapisan kulit menjadi ikut lembab sehingga tidak renyah.
  3. Jaga agar minyak tetap panas saat digunakan untuk menggoreng. Sebelum memasukkan ayam, cek suhu minyak dengan memasukkan sodet kayu ke dalam minyak. Bila minyak di sekitar sodet kayu menjadi berbuih, berarti minyak sudah cukup panas. Tapi jangan sampai minyak terlalu panas sampai berasap, karena daging ayam hanya akan matang di bagian kulitnya saja, sementara dagingnya akan kurang matang.
  4. Jangan menggoreng terlalu banyak ayam pada saat yang bersamaan sampai wajan menjadi terlalu penuh, karena hal ini akan membuat suhu minyak menjadi turun dan ayam menjadi kurang renyah.
  5. Setelah ayam diangkat dari wajan, tunggu beberapa saat sebelum Anda memasukkan potongan ayam berikutnya agar suhu minyak kembali ke suhu yang cukup panas. 

sumber  http://masakapahariini.com/cara-menggoreng-ayam-yang-renyah/

resep AYAM GORENG klik  http://ummimep-notebook.blogspot.com/2012/11/ayam-goreng-renyah.html