Wednesday, August 14, 2013

Lebih Khawatir manakah, tidak pandai Matematika atau Mengantri ?






Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak KidZania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik... 

**sumber diambil dari status akun facebook  Arif Setiawan

Monday, July 29, 2013

Sambal Udang Petai



Wah, sajian udang yang satu ini bakal menggugah selera. Udang yang digoreng kering diberi bumbu cabai yang pedas menggigit. Butiran petai yang renyah bakal bikin lauk yang satu ini makin asyik. Boleh saja disantap dengan nasi hangat saat berbuka nanti.

Bahan:
250 g udang ukuran sedang
4 sdm minyak sayur
4 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
1 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris halus
15 mata petai, kupas
1 sdm air jeruk nipis
Haluskan:
3 buah cabai merah besar, buang bijinya, rebus
4 buah cabai rawit merah
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
5 mata petai, kupas
½ sdt terasi goreng
1 sdt garam
1 sdt gula pasir

Cara membuat:




  • Kupas udang, sisakan ekornya.
  • Goreng udang dengan minyak panas hingga agak kering. Angkat, tiriskan.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu.
  • Masukkan cabai merah, aduk hingga layu.
  • Tambahkan bumbu halus, aduk hingga matang.
  • Masukkan udang goreng, aduk hingga mendidih.
  • Tambahkan petai dan air jeruk, aduk rata. Angkat.
  • Sajikan hangat.
Untuk 6 orang

sumber  silakan klik di sini

Sambal Telur Pete



Ingin masak yang gampang dan merangsang selera? Coba saja buat sambal telur pete ini. Rasa pedas menggigit sambal yang diadu dengan renyah segar pete bakal bikin nafsu makan bertambah. Cukup santap dengan nasi hangat!

Bahan:
5 butir telur ayam rebus, kupas
5 sdm minyak sayur
2 papan petai, kupas
Haluskan:
5 buah cabai merah besar, buang bijinya, rebus
10 buah cabai rawit merah, rebus
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 buah tomat merah, potong-potong
1 lembar daun jeruk purut, iris kasar
1 sdt terasi goreng
1 sdt garam
1 sdt gula pasir

Cara membuat:




  • Goreng telur rebus hingga kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
  • Tumis bumbu halus hingga wangi.
  • Masukkan telur dan petai, aduk hingga mendidih dan layu.
  • Angkat. Sajikan hangat.

Untuk 5 orang

sumber  silakan klik di sini

Sambal Goreng Bola Daging



Kalau bosan dengan udang, sambal goreng bola daging ini bisa jadi lauk pendamping menyantap ketupat. Sambal khas Jawa Tengah ini rasanya pedas gurih dengan aksen sedikit manis yang enak.

Bahan:
  • Bahan Bola Daging:
  • 500 g daging sapi cincang
  • 2 siung bawang putih, parut
  • 1 butir telur ayam
  • ½ sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • Bahan Sambal Goreng:
  • 4 sdm minyak sayur
  • 5 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris serong tipis
  • 1 lembar daun salam
  • 1 cm lengkuas, memarkan
  • 500 ml santan kental
  • Haluskan:
  • 10 buah cabai merah besar, buang bijinya, rebus
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdt terasi goreng
  • 2 sdt garam
Cara Membuat:
  • Untuk membuat bola daging: Campur daging cincang, telur, bawang putih, merica dan garam hingga rata.
  • Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil sebesar kelereng (lebih kecil sedikit dari kelereng).
  • Goreng sebentar hingga bola daging berubah warna. Tiriskan.
  • Tumis bumbu dan cabai merah hingga layu dan harum.
  • Masukkan daun salam dan lengkuas, aduk rata.
  • Tuangi santan dan masukkan bola daging.
  • Masak dengan api kecil hingga kuah kental berminyak.
  • Angkat dan sajikan hangat.
Sajian untuk 10 porsi.

sumber silakan klik di sini

Thursday, July 25, 2013

:: Semur Jengkol ::




Kita sering melihat jengkol dalam keadaan pecah dalam masakan. Jengkol memang sengaja dimemarkan supaya bumbunya mudah meresap.
Untuk 5 orang


Bahan
 
  • 10 jengkol tua
  • 1 tomat
  • Minyak goreng
  • 4 gelas air
  • 5 sendok makan kecap manis

Bumbu 
 
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 4 cabai merah
  • 3 kemiri
  • 1 sendok teh ketumbar
  • Gula
  • Garam
  • Merica

Caranya
  1. Goreng jengkol hingga kulit mengelupas. Angkat dan tiris. Setelah dingin, belah dua dan keprek.
  2. Belah delapan, tomat. Ulek bumbu sampai halus. Tumis bumbu hingga harum. Masukkan jengkol lalu tomat. Tuang air, didihkan.
  3. Tambah kecap manis, tutup wajan dan kecilkan api. Masak sampai jengkol empuk. Kalau kuah sudah kental tapi jengkol belum empuk, tambah 1 cangkir air panas.
  4. Masak sampai kuah kental dan jengkol matang. Angkat.

     sumber  silakan klik di sini ya




Tuesday, July 23, 2013

Gayatri Wailissa : Generasi Muda Indonesia Yang Kuasai Lebih dari 10 Bahasa

 

Jakarta, 23 Juli 2013, Minggu lalu saya menonton Kick Andy 21/7/2013, tentang dua remaja putri yang berprestasi mengharumkan nama Negara di Dunia. Mereka adalah Adelin dan Gayatri Wailissa. Adelin adalah remaja yang aktif menggugah kesadaran tentang lingkungan hidup dalam Sahabat Alam, sedangkan Gayatri adalah Duta Anak ASEAN yang berasal dari Ambon.

Gayatri Wailissa menggugah perhatian kita semua yang menonton. Gayatri remaja dari Ambon Maluku ini membuatku terkesima dan bersyukur, masa Kebangkitan telah akan tiba. Kala bendu (masa Nuswantara hidup susah) akan kita tinggalkan.

Gayatri membuktikan bagaimana anak Indonesia dapat menjadi apapun bila berkehendak, dan pastinya memang Beliau juga telah dibimbing oleh yang tak tampak, dia punya bakat garis darah Leluhurnya. Gayatri menunjukkan bahwa kreatifitas, keinginannya belajar bahasa dapat dilakukannya. Gayatri menguasai bahasa-bahasa Asing tanpa pernah kursus satu kalipun. Ia menggunakan potensi yang ada buku-buku di perpustakaan, yaitu dirinya dan internet (menggunakan chating/yahoo chat) untuk mengecek spelling dan teks.

Gayatri adalah anak dari keluarga sederhana dari ayah yang merupakan perajin hiasan huruf di kaki lima di Ambon. Kemampuan Gayatri berbahasa asing membuatnya ditawari bekerja di UNESCO, UNICEF dan lembaga lain, ia tak mau…Kalaupun ia mau katanya ia akan bersekolah di luar negeri dan akan kembali mengabdikan diri bagi Negeri Indonesia. Itulah anak yang patut diteladani, mencintai tanah airnya–tanah dan air yang memberinya makanan (tumbuhan dan minuman) yang menghidupinya…

Gayatri seorang patut diteladani, bekerja, dan berpikir bagi orang banyak bahkan sejak kecilnya…
Masih banyak pastinya Gayatri lain di Nusantara…kita berharap akan segera muncul…
Gayatri Wailissa, remaja berdarah Jawa-Ambon, adalah inspirasi manusia semesta, yang cinta tanah airnya, tetap optimis dan terus meluaskan diri dan berbagi…



SELAMAT HARI ANAK INDONESIA, 2013–Mari Bersama Menggali Potensi Diri
Gayatri Wailissa “doktor” cilik yang kuasai 11 bahasa asing

AMBON, KOMPAS.com*—*
 
Terlahir dari keluarga yang sederhana, tidak membuat Gayatri Wailissa menyerah untuk mengejar impiannya. Diusianya yang baru 16 tahun, anak dari pasangan Deddy Darwis Wailissa, seorang perajin kaligrafi dan Nurul Idawaty, telah mampu mengukir banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
Gayatri memang bukan anak gadis biasa, kemampuannya melebihi anak seusianya. Bagaimana tidak? Di usianya yang masih belia ini, dia telah mampu mendunia dengan segudang prestasi. Terakhir, Gayatri bahkan menjadi Duta ASEAN untuk Indonesia di bidang anak mewakili Indonesia.


Terlahir dari keluarga sederhana bukan menjadi halangan bagi Gayatri. Keterbatasan materi keluarga tak membuatnya patah semangat. Dia terus menggali segala kemampuan yang ada dalam dirinya. Salah satu mimpi Gayatri adalah menjadi seorang diplomat termuda di Indonesia.

Bakat yang dimilikinya tidaklah sedikit. Gadis ini menguasai banyak kesenian seperti baca puisi, teater, dan drama. Dia juga lihai dalam bermain biola dan menulis. Bukan itu saja, yang paling menakjubkan dari diri gadis belia ini adalah kemampuannya di bidang linguistik. Tak kurang dari 11 bahasa dia kuasai, mulai dari bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, dan India dikuasainya dengan baik dan fasih. Saat ini, dia juga sedang belajar bahasa Rusia dan bahasa Tagalog.

Menurut Gayatri, kemampuannya mempelajari banyak bahasa asing tidak melalui kursus, tetapi dengan cara yang sangat sederhana yakni mendengar lagu dan menonton film asing, kemudian dia terjemahkan melalui kamus.
”Saya tidak punya biaya, keluarga saya sederhana, saya hanya suka nonton film kartun dan dengar lagu bahasa asing, rasa penasaran saya akan bahasa membuat saya mencari tahu arti dan bagaimana mengucapkannya, dari buku saya pelajari tata bahasanya, dari film dan lagu saya pelajari pengucapannya, dan dari kamus saya hafalin kosakatanya. Begitulah cara saya mempelajari bahasa asing,” ungkap Gayatri di Kantor AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Ambon, Senin (17/6/2013).


Di hadapan para wartawan, Gayatri lalu mendemonstrasikan kemampuannya berbahasa. Sebelas bahasa yang dikuasainya itu lalu diucapkannya secara fasih dan membuat wartawan terheran-heran.
Gayatri mulai mendunia kala berhasil masuk seleksi untuk menjadi duta anak, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Dari situ, dia mengikuti seleksi kepribadian hingga kemampuan intelektual. Dia lantas masuk 10 besar dari ribuan siswa yang ikut seleksi sebelum terpilih mengikuti seleksi mewakili Indonesia menjadi Duta ASEAN untuk anak tahun 2012-2013.


Gayatri, kemudian terpilih mewakili Indonesia ke tingkat Asean dan mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN. Untuk pertama kalinya seorang anak Maluku, mengemban tugas negara dan menjadi delegasi tunggal. Dalam forum Asean ini, Gayatri mendapat tempat terhormat dan disapa doktor karena kemampuan 11 bahasa asing yang dikuasainya itu. Dalam forum itu, Gayatri mengatakan, dirinya ditunjuk sebagai penerjemah ketika peserta forum anak menyampaikan sesuatu.

Dalam forum itu juga dia mendapat gelar doktor oleh peserta forum tersebut. ”Karena hanya saya yang mampu menguasai 11 bahasa, saya diminta membantu menerjemahkan ketika peserta forum anak ingin menyampaikan sesuatu, saya lantas diberi gelar doktor karena kemampuan saya itu,” kata Gayatri yang pernah menjabat pemimpin redaksi untuk koran Suara Anak Maluku.

Menurut Gayatri, kesuksesannya menjadi duta ASEAN tidak lepas dari doa dan dorongan kedua orangtuanya. Dia mengakui, selama ini hanya Wakil Gubernur Maluku yang membantunya saat mewakili Indonesia di Thailand. ”Secara nasional, orang mengenal saya sebagai Duta ASEAN untuk anak asal Maluku, dan saya bangga karena saya terlahir sebagai putri Maluku, tapi di tempat kelahiran saya sendiri, saya tidak dihargai, semua upaya saya untuk mengharumkan nama Maluku sama sekali tidak berarti, saya terus bertanya mengapa saya diperlakukan seperti ini?” tanya Gayatri. 
Ketika pemilihan Putri Indonesia, lanjutnya, begitu banyak baliho dan pengumuman yang dipasang di seantero Kota Ambon. Namun, betapa kecewanya Gayatri ketika kepulangannya ke tanah kelahirannya dari Bangkok, hanya ayah dan ibunya yang menjemputnya di Bandara Patimura kala itu. Tidak juga terlihat ada baliho di jalan-jalan. ”Mungkin menjadi Duta ASEAN untuk anak ini bukan sesuatu yang penting barangkali bagi pemerintah kita,” keluhnya.

Dia mengungkapkan, sebelum ke Thailand, dia bersama sang ibu pernah menemui Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Di Kantor Gubernur Maluku, banyak yang didiskusikan. Dia juga sempat meminta Gubernur agar memberikan beasiswa serta percepatan ujian dini bagi dirinya. Namun jawaban Gubernur, “soal beasiswa lihat saja di internet”.
“Saya disuruh lihat beasiswa di internet. Soal permintaan ujian dini juga ditolak Gubernur,” ungkapnya.
 

Karel menolak memberikan beasiswa dan tidak dapat mewujudkan keinginannya mempercepat pendidikan agar bisa ikut ujian SMA tahun ini sebab Gayatri masih duduk di kelas dua SMA. Namun hal itu bukan menjadi rintangan baginya.”Life must go on, hidup harus terus berjalan,” ungkapnya.* “Saya sadari mungkin pemerintah kita punya banyak kesibukan selain memberi perhatian pada anak-anak seperti saya, saya tidak akan patah semangat karena hidup saya masih panjang ke depan,” tegas putri kedua dari tiga bersaudara ini.

Toh, kata Gayatri, dia sudah ditawari begitu banyak kesempatan yang ingin segera dia raih, mulai dari melanjutkan kuliah di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, bahkan mendapat tawaran sekolah diplomat di Sydney, Australia. ”Kendala saya hanyalah saya tidak bisa mempercepat kelulusan saya dari SMA, mestinya saya bisa lulus tahun ini, agar segera bisa kuliah, saya ingin menjadi diplomat termuda sebelum usia 20 tahun,” harapnya.

Kini Gayatri masih menjalani pendidikan di SMA Siwalima, SMA unggulan di Maluku. Banyak rintangan yang dihadapi, tapi prinsipnya luar biasa dan selalu memotivasi dirinya. ”Berpikir dan berbuatlah di luar kotak, jika masih berpikir di dalam kotak pasti akan terbentur empat sisi kotak, tak akan bisa ke mana-mana, tapi jika bisa berpikir*out of box, kita akan menjadi manusia merdeka yang mampu berpikir terbuka,” tegasnya.

Dengan kemampuan yang dimilikinya itu, gadis yang berpenampilan sederhana ini mengaku akan mendorong anak-anak Maluku lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan bakat sehingga mampu bersaing dengan anak di daerah lainnya. “Saya lagi membuat sebuah konsep melalui kegiatan*roadshow*di beberapa sekolah di Ambon mulai dari SD sampai SMA agar anak-anak Maluku lainnya juga dapat mengembangkan bakatnya,” kata dia.

Selain mengunjungi Bangkok, Gayatri juga telah mengunjungi sejumlah negara lain seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan Kanada. Kunjungannya ke sejumlah negara ini dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia dan pariwisata.

*Prestasi Gayatri:*
- Juara 1 Kompetisi Cerita rakyat 2006*
- Juara Bertutur Kanak-kanak 2007*
- Juara 2 Lomba CERPEN Nasional 2008*
- Juara 1 dalam lomba cipta puisi 2009*
- Juara 3 Lomba Baca Puisi Provinsi 2009*
- Juara 1 debat konsep pembangunan daerah 2010*
- Juara 2 karya tarian kreasi baru 2010*
- Juara Peragaan Busana Fashion Putri Daerah 2011*
- Nominasi 3 besar Icon Busana Nasional 2011*
- Juara 1 lomba Pidato dalam hari Anak Nasional 2011*
- Juara 2 lomba karyai ilmiah Sains Terapan 2012*
- Juara Medali Perunggu Olimpiade SAINS Astronomi 2012*
- Juara karya tulis Sastra Nasional 2012
- Juara 1 Lomba Pidato Remaja Hari Kebangkitan Nasional 2012*
- Juara esay Nasional “Hari Perdamaian Dunia” 2012 Kegiatan


* Organisasi/Kegiatan:*
- Pimpinan Redaksi Majalah Anak (Suara Anak Maluku)*
- Pengurus Forum Anak Maluku*
- Ketua Forum Perdamaian (KAPATA DAMAI)
- Penerjemah Bahasa*
- Pramuwisata*
- Penulis Sastra (Puisi, Prosa, Novel)*
- Instruktur Klub Teater*
- Penyiar Radio Swasta-Siaran Anak*
- Reporter/Presenter/Host – Icon Clip Flim Documenter*


sumber  silakan klik di sini

Monday, July 15, 2013

:: Special Fruits Soup ::


Buah dan sayuran adalah dua jenis makanan sehat yang disebutkan dalam Al-Quran, termasuk di dalamnya seperti zaitun, bawang, ketimun, buah ara atau buah tin, kurma, anggur dan kacang-kacangan seperti lentil. Buah segar sebaiknya selalu ada dalam menu sahur ataupun buka puasa, karena memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh kita selama berpuasa. Buah termasuk juga kurma adalah salah satu makanan terpopuler untuk berbuka puasa. Apa sajakah manfaat buah tersebut?
  1. Buah memiliki kadar air yang cukup tinggi sehingga dapat segera menggantikan sejumlah kadar air tubuh yang hilang selama berpuasa.
  2. Buah mengandung sejumlah gula sederhana alami seperti glukosa, fruktosa dan sukrosa yang dapat segera mengembalikan kadar gula darah pada batas normal. Selain itu kandungan karbohidrat sederhana ini dapat memberikan energi instan buat tubuh. Meski buah mengandung karbohidrat sederhana akan tetapi total kalori per sajian secara keseluruhan adalah cukup rendah, sehingga kadar gula darah dan kadar insulin darah tidak meningkat drastis. Hal ini berkaitan juga dengan kadar serat pangannya.
  3. Buah mengandung sejumlah vitamin dan mineral penting yang dapat menjaga metabolisme tubuh saat berpuasa dan memberikan asupan vitamin dan mineral yang berkurang saat berpuasa.
  4. Buah memiliki kandungan natrium yang rendah sehingga baik untuk menjaga tekanan darah. Sisi baiknya juga ternyata buah pada umumnya kaya akan kalium yang dapat membantu menjaga tekanan osmotik darah tapi tidak meningkatkan tekanan darah, mengurangi resiko terbentuknya batu ginjal dan mengurangi terjadinya pengeroposan tulang.
  5. Kandungan serat pangan dalam buah dapat memberikan kita sedikit rasa kenyang sehingga jika dikonsumsi saat berbuka maka kita tidak akan menjadi terlalu lapar pada saat makan malam. Jika dikonsumsi saat sahur, kandungan serat pangan dalam buah dapat membantu pelepasan gula menjadi lebih lambat sehingga tubuh akan terasa berenergi lebih lama dan menahan lapar lebih lama.
  6. Buah juga mengandung sejumlah antioksidan sebut saja misalnya karoten dan antosianin yang dapat memberikan perlindungan tubuh terhadap efek merusak dari radikal bebas.
  7. Manfaat yang lain dari konsumsi buah secara teratur yaitu dapat mengurangi resiko penyakit jantung termasuk serangan jantung dan stroke. Selain itu dapat melindungi tubuh dari kanker, resiko obesitas dan mencegah timbulnya diabetes tipe 2.
Nah, begitu banyak manfaat buah bukan? Yuk, mulai sekarang jangan sampai melewatkan buah sebagai salah satu menu pada bulan Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita di bulan puasa ini diterima Allah SWT.

Bahan

100 g strawberry (potong 2 bagian)
100 g anggur (potong 2 bagian)
150 g melon (potong dadu)
150 g apel (potong dadu)
150 g nangka (potong kotak)
150 g selasih siap pakai
150 g nata de coco
2 sdm air jeruk nipis
600 ml susu rendah lemak
35 g madu
175 g jus apel
70 g yogurt rendah lemak
Es batu secukupnya

Cara membuat

  1. Campurkan semua potongan buah termasuk selasih dan nata de coco dalam wadah mangkuk besar. Aduk rata.
  2. Tambahkan air jeruk nipis, susu, madu, jus apel, yogurt dan es batu. Aduk rata.
  3. Sajikan (untuk 6 porsi).

Nilai gizi per porsi

Energi: 172,6 kkal
Lemak: 1,6 g
Karbohidrat: 34 g
Serat: 2,1 g
Protein: 5,7 g

Tips dan saran

  1. Sebaiknya suhu penyajian tidak terlalu dingin sehingga tidak mengganggu sistem pencernaan.
  2. Hindari penggunaan penggunaan minuman bersoda dalam membuat menu berbuka puasa karena dapat mengganggu sistem pencernaan selain itu minuan bersoda termasuk tinggi kalori dan indeks glikemik.
  3. Variasikan jenis buah untuk mendapatkan citarasa yang diinginkan.                         
 Silakan klik    ke sumbernya

dan sumber lainnya