Menopause merupakan fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan
seorang wanita. Namun, sejumlah besar perempuan mulai mengalami
menopause sangat awal, atau pada usia menjelang 40 tahun.
Menopause dini memiliki banyak efek samping pada kesehatan Anda,
karena ini juga merupakan akhir kehidupan reproduksi Anda. Namun ada
cara alami untuk menunda terjadinya masa menopause.
Sebagaimana
dilansir dari Boldsky, cara pertama untuk menunda menopause adalah
dengan berolahraga secara teratur. Sebagian besar kasus menopause awal
terjadi karena masa ovulasi yang tidak tepat. Masalah pada ovulasi
biasanya terjadi bila Anda memiliki tubuh yang tidak sehat.
Olahraga adalah salah satu cara untuk menjaga tubuh Anda supaya terhindar dari racun, yang dapat mempercepat proses penuaan.
Bila
Anda adalah seorang perokok sebaiknya Anda mulai berhenti merokok.
Merokok dapat menghambat sirkulasi darah dalam tubuh, termasuk darah
yang mengalir ke rahim dan ovarium Anda. Bila darah tidak mengalir
dengan lancar ke rahim dan ovarium, maka menstruasi Anda pasti akan
terganggu.
Cara alami ketiga adalah dengan banyak mengkonsumsi antioksidan,
agar Anda terhindar dari penuaan dini. Cobalah untuk banyak mengkonsumsi
buah, minyak zaitun, brokoli, paprika, makanan kaya akan antioksidan
lain, supaya dapat mengusir racun dari tubuh Anda dan menunda
tanda-tanda penuaan.
Cara terakhir adalah banyak-banyaklah mengkonsumsi makanan yang
mengandung fitoestrogen, tepat sebelum memasuki masa menopause. Karena
pada masa tersebut, kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita telah
menurun.
Jadi jika tubuh Anda tidak memproduksi estrogen yang cukup, Anda harus
mendorong produksi estrogen melalui makanan yang kaya akan fitoestrogen.
Produk kedelai dan biji-bijian seperti gandum dan gandum hitam,
merupakan sumber fitoestrogen yang terbaik.
Jika Anda dapat mempertahankan gaya hidup sehat yang sudah Anda jalani, maka Anda akan tidak perlu untuk menunda menopause.
sumber http://www.antaranews.com/berita/335354/inilah-cara-alami-menunda-menopause?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Wednesday, October 3, 2012
Monday, October 1, 2012
Homemade Snow Globes
'Bola salju' biasanya dijual di tempat-tempat suvenir. Sebenarnya, adalah suatu hal yang positif buat anak-anak bermain dengan bola salju.
Selain bisa dibeli di toko,sebenarnya kita bisa membuat sendiri bola salju tersebut.
Yuukk!! kita coba membuatnya....:)
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Toples berbentuk gelas ukuran kecil
- Bentuk mainan plastik
- glycerin (optional: walau hal ini tidak terlalu diperlukan, namun penggunaan glycerin bisa membuat glitter melayang lebih baik)
- glitter
- air
- lem (yang digunakan adalah lem panas, kalau tidak ada superglue juga ok)
Cara membuat:
- Pilih dan tentukan benda apa yang hendak anda masukan dalam bola kaca salju. Contohnya di sini digunakan mainan berbentuk kodok yang terbuat dari plastik.
2. Lem, tempat dan rekatkan mainan kodok tersebut dalam tutup toples.
3. Isi toples dengan air dan atau glycerin dan tambahkan glitter (kurang lebih 1-2 sendok teh)
4. Tutup toples - berikan lem jika anda khawatir anak anda akan bisa membukanya.
Nah!! Sudah jadi...Kocoklah toples anda agar terlihat salju-saljunya melayang.
sumber: http://www.pbs.org/parents/fun-and-games/activities-and-crafts/snow-globes/
Sunday, September 30, 2012
Crunchy Vegetables
link http://food.detik.com/read/2012/10/01/102055/2048153/367/
Usai menyantap daging dan masakan berlemak. Kini saatnya kembali makan yang sehat dan segar. Sayuran segar dengan bumbu sederhana ini gampang dibuat. Diberi taburan whole wheat bread rasanya jadi lebih renyah enak.
Bahan:
1 sdm mentega
50 g bawang bombay, iris kasar
150 g baby carrot
150 g sweet kapri
6 buah tomat ceri, belah dua
2 sdm saus BBQ
1 sdm saus cabai botolan
½ sdt rosemary kering
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
Taburan:
1 sdm daun basil segar, iris kasar
1 lembar roti whole wheat, sobek kecil, panggang
Cara membuat:
- Tumis bawang Bombay hingga harum dan layu.
- Masukkan sayuran, besarkan api. Aduk cepat hingga layu.
- Tambahkan bumbu, aduk rata. Angkat.
- Beri bahan Taburan, sajikan hangat.
Untuk 4 porsi
Monday, September 24, 2012
Kebahagiaan sebuah pernikahan, otomatis atau perlu perjuangan ?
Ibu Lies, sungguh sangat bangga kepada suaminya, begitu pula anak-anaknya.. Apakah kita sudah menjadi sosok yang dibanggakan dalam keluarga?
Seperti yang diungkapkan ‘quotes’ favorit saya : “You are replaceable in your job..but you are irreplaceable in your family..” Kalau kita renungkan dengan khusyuk, pesan ini mengandung sebuah pesan yang dalam. Sebuah ‘quotes’ yang layak mendapat perhatian dari setiap anggota keluarga. Inilah yg mendasari saya dan suami tercinta untuk saling memberikan yang terbaik satu sama lain. Karena masing-masing dari setiap anggota keluarga memang memiliki tempat khusus yang tak tergantikan.
Awalnya, sama seperti sebagian besar kehidupan pernikahan yang tidak luput diguncang prahara, kehidupan hampir 7 tahun di awal pernikahan kami mengalami ‘turbulence’ yang cukup dahsyat, sehingga sudah beberapa kali mencapai titik nadir yg seolah tanpa harapan. Disitulah kami mendapat pengalaman berharga untuk membentuk sebuah keluarga dengan seluruh esensinya. Saya sungguh beruntung.. memiliki seorang suami yang sangat menjunjung tinggi nilai sebuah keluarga. Dari sang suami saya belajar banyak bagaimana memainkan peran saya tidak hanya sebagai ibu dan istri tetapi juga menjadi sosok sahabat, partner dan juga kekasih bagi pasangan. Buat kami berdua, sebuah keluarga harus menjadi tempat berteduh yang paling nyaman bagi setiap anggotanya. Kami tahu, sesuatu yang berharga harus diperjuangkan. Keluarga yang penuh kehangatan juga harus diperjuangkan oleh setiap anggotanya.Dan bertahun-tahun kami berjuang bahu membahu.. karena kami percaya, rumah yang hangat adalah surga dunia.
Dalam perjuangan itu kami membangun impian bersama.
Ya, sebuah keluarga dengan impian akan memiliki daya juang untuk menjadi keluarga yang diidamkan.
Kami berjuang membangun saling memahami diantara kami karena kami percaya bahwa soul-mate bukan ditemukan tapi diciptakan.
Kami menciptakan diri masing-masing untuk saling menjadi soul-mate. Dalam kesibukan yang sangat, kami selalu membangun komunikasi yang sehat. “Ngopi bareng” itu yang kami lakukan untuk memastikan kami selalu “on track”.
Pada saat ngopi bareng di cafe itulah kami membangun ‘chemistry’ di antara kami. Ya. Kamipun percaya, chemistry diantara sepasang suami istri bukan sebuah anugerah yang datang dari langit. Chemistry pun perlu diperjuangkan.
Hasilnya sekarang.. puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, kami bisa memiliki tempat berteduh dan berlabuh yang kami impikan. Kami bisa selalu pacaran dan jatuh cinta… pada orang yang sama..
Puji syukur, sekarang kami sudah menikmati hasil perjuangan kami karena satu hal yang kami ingat : “Sebuah pernikahan yang berbahagia tidak diantar malaikat ke hadapan anda di sebuah piring emas. Anda harus memperjuangkannya”
Artikel ini merupakan hasil tulisan istri saya, Nunik Noveldy yang saat tulisan ini dimasukkan, sedang menjadi finalis lomba menulis yang diadakan oleh Hotel Papandayan. Jika artikel ini cukup menarik dan bermanfaat buat anda, mohon kesediaan anda untuk mau memberikan dukungan dengan ikut voting untuk tulisan ini.
@noveldy
sumber http://www.indranoveldy.com/artikel/pernikahan/kebahagiaan-sebuah-pernikahan-otomatis-atau-perlu-perjuangan/
KIat-Kiat Memiliki Anak yang Shaleh(ah)
Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memberikan banyak nikmat yang sangat
besar atas hamba-hambaNya , dan diantara nikmat tersebut adalah anak
yang shalih, ia merupakan amalan shalih bagi kedua orang tuanya semasa
hidup dan setelah mereka meninggal, sebagaimana yang dikabarkan oleh
Nabi shallallahu dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
2. Memperbaiki diri sendiri
3. Memilih istri yang Shalehah atau suami yang shalih.
4. Membaca doa sebelum melakukan hubungan suami istri
5. Mendidik anak dengan amalan shalih
“jika seorang hamba telah meninggal dunia maka terputuslah
seluruh amalannya kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang
bermanfaat atau anak shalih yang mendoakannya” (riwayat Muslim no.1631)
Oleh karena itu para nabi dan orang-orang shalih terdahulu
memiliki perhatian khusus dalam perkara ini, karena didalamnya terdapat
kebaikan yang sangat besar.
Allah Ta’ala berfirman menghikayatkan tentang keadaan mereka :
“Di sanalah Zakariya berdo’a kepada Tuhannya seraya
berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang
baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”. (Ali-Imran : 38)
Juga firmanNya :
“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami,
anugeraahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami
sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang
yang bertakwa.” (Al-Furqaan : 74)
Sudah sepantasnya bagi kita untuk turut berusaha dan
memperhatikan hal ini, dan diantara kiat-kiat untuk memiliki anak yang
shalih sebagai berikut :
1. Berdoa kepada Allah agar diberikan keturunan yang shalih
Karena Allah Ta’ala telah memerintahkan hamba-hambaNya
untuk berdoa dan meminta kepadaNya, serta memberi jaminan akan
mengabulkan doa mereka :
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan
Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri
dari berdoa kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina
dina”. (Al-Mu’min : 60).
Allah Ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”
(At-Tahrim : 6)
Allah Ta’ala memerintahkan diri kita terlebih dahulu agar
terhindar dari api neraka kemudian keluarga kita, dan baiknya ayah dan
ibu merupakan sebab yang sangat berpengaruh terhadap seorang anak karena
mereka adalah panutan bagi anak-anaknya, dan anak-anak akan mengikuti
dan mencontohi kedua orang tuanya, anak laki-laki akan mencontohi
ayahnya dan anak perempuan akan mencontohi ibunya, Allah Ta’ala
berfirman :
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka
mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan
mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.
Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (Ath-Thuur :
21)
Barangsiapa yang ingin memiliki hasil panen yang baik dan
berkualitas maka hendaknya ia mencari tanah yang baik dan berkualitas
pula. Diantara hikmah yang besar dari sebuah pernikahan adalah untuk
menghasilkan keturunan yang shalih yang hanya menyembah Allah Ta’ala dan
berbakti kepada kedua orang tuanya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara : karena harta,
nasab, kecantikan dan agamanya, maka pilihlah yang memiliki agama pasti
kalian akan beruntung.” (riwayat Al-Bukhary no.5090 dan Muslim no.1466).
Juga sabdanya :
“Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang paling baik dimiliki oleh seseorang? : wanita shalihah.”
(riwayat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 2/363 no.3281 dari hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu)
Demikian pula sebaliknya, seorang wanita mencari dan memilih suami yang shalih.
Tentunya yang berperan penting dalam hal ini adalah kedua
orang tua si wanita, merekalah yang akan menjadi sebab terwujudnya
keturunan shalih yang akan keluar dari rahim putrinya, oleh karena itu
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menasehatkan dan mewasiatkan kepada
kedua orang tua agar memilih bagi putri mereka seorang pria yang shalih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Jika orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang
melamar, maka nikahkanlah ia (dengan anak perempuan kalian), jika kalian
tidak melakukannya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar
di bumi.” (riwayat At-Tirmidziy no.1084 dan Ibnu Majah no.1967).
Demikianlah tuntunan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu
‘alaihi salam dalam memilih calon menantu, yang dilihat adalah agama dan
akhlaknya walaupun ia datang tanpa kendaraan dan pakaian yang mewah,
karena harta yang banyak tidaklah bermanfaat jika pemiliknya adalah
seorang yang tidak memiliki agama dan berakhlak buruk.
Berdoa sebelum melakukan hubungan suami istri diantara
sebab yang membantu untuk mendapatkan keturunan yang shalih, sebagaimana
sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Ibnu ‘Abbas
radhiyallahu ‘anhu :
“jika salah seorang diantara kalian membaca :
باسم الله, اللهم جنَبْنا الشيطان, و جنَبِ الشيطان ما رزقْتَنا
“Bismillah, ya Allah jauhkanlah setan dari kami, dan
jauhkanlah setan dari rizki yang engkau berikan kepada kami”, maka
keduanya diberikan seorang anak yang tidak akan di ganggu oleh setan
selama-lamanya.” (riwayat Al-Bukhariy no.141 dan Muslim no.1434).
Yang dimaksud dengan kalimat “tidak akan diganggu oleh
setan” adalah anak itu tidak terfitnah sehingga keluar dari agamanya
menuju kekufuran dan tidak dimaksud dengannya ia maksum dari berbuat
maksiat, hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafidh Ibnu Hajar
dalam Fathul Baary (9/285-286).
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Perintahkanlah anak kecil untuk shalat ketika ia berumur
tujuh tahun, dan jika ia berumur sepuluh tahun maka pukullah (kalau ia
meninggalkan shalat).” (riwayat Abu Dawud no.494 dan At-Tirmdziy no.407
dan berkata : “ini dalah hadits yang hasan”).
Berkata Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah tatkala mengomentari hadits ini :
“para ahli fiqih mengatakan : demikian pula puasa, agar hal
itu menjadi latihan baginya untuk mengerjakan ibadah, supaya nantinya
ia tumbuh dewasa dalam keadaan senantiasa di atas peribadahan dan
ketaatan, dan menjauhi kemaksiatan dan meninggalkan kemungkaran, hanya
Allah yang memberi taufik” (tafsir Ibnu Katsir 8/167 tafsir surah
At-Tahriim : 6).
Wallahu Ta’ala a’lam bishshawaab. (MT)
sumber http://al-atsariyyah.com/kiat-kiat-memiliki-anak-shalih.html
Sunday, September 23, 2012
Tips Aman Kosmetik: Ketahui 3 Jenis Paraben
Paraben adalah senyawa kimia alami dan dapat pula dibuat secara sintetis yang mengandung asam para-hidroksibenzoat.
Paraben sintetik telah digunakan sebagai pengawet dalam obat-obatan sejak tahun 1924.
Saat ini, paraben juga banyak digunakan sebagai pengawet kosmetik serta makanan dalam batas tertentu.
Meskipun paraben dianggap aman selama beberapa dekade, studi terbaru menunjukkan potensi bahaya paraben bagi kesehatan.
Dalam tubuh, paraben bertindak seperti estrogen dan dapat berbahaya jika digunakan secara berlebihan.
Terdapat beberapa jenis paraben yang digunakan dalam berbagai produk. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.
1. Metil dan Etil Paraben
Metil paraben digunakan untuk mengontrol pertumbuhan jamur pada obat-obatan, kosmetik, dan beberapa produk makanan.
Penelitian menunjukkan substansi ini tidak beracun. Pada tahun 1974 sebuah komite bersama dari FAO dan WHO merekomendasikan asupan harian yang dapat diterima sebesar 10 mg untuk setiap kilogram berat badan.
Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 oleh Meijo University di Jepang menunjukkan bahwa ketika terkena sinar ultraviolet, kulit yang diobati dengan produk yang mengandung metil paraben akan menjadi rusak.
Etil paraben mirip dengan metil paraben. Namun beberapa studi terbaru menyimpulkan etil paraben berpotensi mempertinggi risiko berbagai penyakit termasuk kanker, masalah reproduksi, alergi, dan masalah kesehatan lainnya.
2. Propil Paraben
Propil paraben diproduksi secara alami pada beberapa serangga dan tanaman. Namun propil paraben sistetislah yang digunakan sebagai pengawet dalam obat-obatan.
Propil paraben terutama digunakan dalam produk-produk berbasis air karena sifatnya yang mudah larut.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2002 oleh Tokyo Metropolitan Research Laboratory of Public Health, propil paraben terindikasi bisa mempengaruhi sistem reproduksi laki-laki.
3. Butil Paraben
Butil paraben digunakan untuk memerangi jamur dan bakteri dalam berbagai produk farmasi, kosmetik, makanan, dan produk lainnya.
Butil paraben terbukti tidak beracun bila digunakan pada konsentrasi 0,05 persen. Larutan yang lebih pekat dapat mengiritasi kulit.
Namun penelitian di Jepang seperti telah disebutkan sebelumnya juga menemukan butil paraben bisa mempengaruhi sistem reproduksi laki-laki serta produksi testosteron atau hormon seks utama pria.
sumber http://oketips.com/12778/tips-aman-kosmetik-ketahui-3-jenis-paraben/
Paraben sintetik telah digunakan sebagai pengawet dalam obat-obatan sejak tahun 1924.
Saat ini, paraben juga banyak digunakan sebagai pengawet kosmetik serta makanan dalam batas tertentu.
Meskipun paraben dianggap aman selama beberapa dekade, studi terbaru menunjukkan potensi bahaya paraben bagi kesehatan.
Dalam tubuh, paraben bertindak seperti estrogen dan dapat berbahaya jika digunakan secara berlebihan.
Terdapat beberapa jenis paraben yang digunakan dalam berbagai produk. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.
1. Metil dan Etil Paraben
Metil paraben digunakan untuk mengontrol pertumbuhan jamur pada obat-obatan, kosmetik, dan beberapa produk makanan.
Penelitian menunjukkan substansi ini tidak beracun. Pada tahun 1974 sebuah komite bersama dari FAO dan WHO merekomendasikan asupan harian yang dapat diterima sebesar 10 mg untuk setiap kilogram berat badan.
Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 oleh Meijo University di Jepang menunjukkan bahwa ketika terkena sinar ultraviolet, kulit yang diobati dengan produk yang mengandung metil paraben akan menjadi rusak.
Etil paraben mirip dengan metil paraben. Namun beberapa studi terbaru menyimpulkan etil paraben berpotensi mempertinggi risiko berbagai penyakit termasuk kanker, masalah reproduksi, alergi, dan masalah kesehatan lainnya.
2. Propil Paraben
Propil paraben diproduksi secara alami pada beberapa serangga dan tanaman. Namun propil paraben sistetislah yang digunakan sebagai pengawet dalam obat-obatan.
Propil paraben terutama digunakan dalam produk-produk berbasis air karena sifatnya yang mudah larut.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2002 oleh Tokyo Metropolitan Research Laboratory of Public Health, propil paraben terindikasi bisa mempengaruhi sistem reproduksi laki-laki.
3. Butil Paraben
Butil paraben digunakan untuk memerangi jamur dan bakteri dalam berbagai produk farmasi, kosmetik, makanan, dan produk lainnya.
Butil paraben terbukti tidak beracun bila digunakan pada konsentrasi 0,05 persen. Larutan yang lebih pekat dapat mengiritasi kulit.
Namun penelitian di Jepang seperti telah disebutkan sebelumnya juga menemukan butil paraben bisa mempengaruhi sistem reproduksi laki-laki serta produksi testosteron atau hormon seks utama pria.
sumber http://oketips.com/12778/tips-aman-kosmetik-ketahui-3-jenis-paraben/
Bahaya Tersembunyi di Balik Produk Pembersih Rumah
Sabun, pelembut kain dan pengharum ruangan merupakan produk yang kita
gunakan sehari-hari untuk menjaga kebersihan rumah. Ternyata,
produk-produk tersebut menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan.
Alasannya, karena sebagian produk pembersih yang ada di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya. Jika terpapar langsung setiap hari, bisa berakibat pada gangguan pernapasan bahkan kerusakan ginjal. Ketahui bahan-bahan berbahaya apa saja di dalam produk pembersih rumah tangga seperti yang dilansir Care2, dan temukan solusi lain yang lebih aman.
1. Pengharum Ruangan & Sabun Cuci Piring
Zat berbahaya: Phthalates
Phthalates biasanya banyak ditemukan dalam produk-produk rumah tangga yang berbau harum, seperti pengharum ruangan, sabun cuci piring atau tisue wangi. Produsen biasanya tidak mencantumkan tulisan 'phthalates' pada kemasannya, tapi jika Anda melihat kata 'fragrance' atau 'perfume' dalam daftar kandungan zat, besar kemungkinan produk tersebut mengandung phthalates.
Bahayanya: Zat kimia ini bisa mengganggu kinerja kelenjar endokrin. Menurut temuan dari para peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention di Harvard School of Public Health, pria dengan konsentrasi phthalates yang tinggi dalam darahnya, jumlah spermanya berkurang. Phthalates juga bisa memicu migrain dan asthma. Meskipun zat tersebut umumnya masuk ke tubuh lewat pernapasan, tapi bisa juga merusak lewat kulit. Alicia Stanton, MD, penulis Hormone Harmony mengingatkan, phthalates yang terpapar lewat kulit bisa terserap dan mengenai organ-organ dalam.
Solusi: Jika memungkinkan, pilihlah produk yang bebas wewangian atau mengandung bahan organik dan alami. Untuk pengharum ruangan, sebaiknya hindari produk yang mengandung aerosol. Ganti dengan minyak aromaterapi esensial atau cukup buka jendela rumah Anda setiap pagi agar udara segar bisa masuk. Tempatkan juga beberapa tanaman di dalam maupun luar rumah, karena tanaman merupakan penghisap racun alami.
2. Sabun & Deterjen Antibakteri
Zat berbahaya: Triclosan
Triclosan banyak terkandung dalam hampir setiap produk sabun cair, sabun batangan, deterjen dan sabun khusus tangan yang dilabeli 'anti-bakteri'.
Bahayanya: Triclosan merupakan agen anti-bakteri yang sangat agresif, tapi justru bisa memicu pertumbuhan bakteri yang kebal terhadap obat. The American Medical Association pun tidak menemukan adanya bukti bahwa bahan anti-mikroba bisa membuat seseorang jadi lebih sehat atau lebih aman. Artinya, kita sebaiknya tidak menggunakan produk-produk anti-bakteri secara berlebihan karena justru berpotensi membuat mikroba jadi lebih kuat.
Selain itu, beberapa studi juga menemukan bahwa konsentrasi tinggi triclosan sangat berbahaya bagi habitat alga yang hidup di sungai dan aliran air. Triclosan juga bisa mengganggu keseimbangan dan fungsi hormon pada tubuh manusia.
Solusi: Deterjen dan sabun biasa (tanpa triclosan atau anti-bakteri) sebenarnya sudah cukup untuk membunuh bakteri. Hanya gunakan produk mengandung triclosan jika Anda berada di lingkungan yang sangat kotor dan penuh kuman, misalnya toilet umum, lokasi bencana atau setelah kontak langsung dengan luka menganga agar bakteri dan kuman bisa mati dengan cepat. Sementara untuk keperluan sehari-hari, hindari penggunaannya.
3. Pelembut Kain
Zat berbahaya: Quartenary Ammonium Compounds (QUATS)
Terdapat dalam cairan pelembut kain dan sebagian besar pembersih perabot rumah tangga yang dilabeli 'anti-bakteri'.
Bahayanya: Quats merupakan bentuk lain dari anti-mikroba, dan efeknya sama seperti triclosan yang berpotensi menumbuhkan bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Quats juga bisa membuat kulit iritasi; sebuah penelitian yang dilakukan selama 10 tahun mengungkap bahwa quats adalah salah satu pemicu terjadinya infeksi kulit. Menurut Rebecca Sutton, PhD, ilmuwan senior dai Environmental Working Group, quats juga diduga jadi penyebab gangguan pernapasan.
"Ada bukti yang menunjukkan, bahkan orang dengan kondisi fisik sehat yang sehari-harinya terpapar quats bisa menderita asthma," terang Rebecca.
Solusinya: Kurangi bahkan jika perlu hentikan pemakaian pelembut kain. Untuk melembutkan kain, Anda bisa gunakan bahan alami dengan campuran cuka dan tea-tree oil.
"Cuka merupakan pelembut kain yang alami. Tidak hanya bebas racun, tapi juga menghilangkan residu sabun dan deterjen," tutur Karyn Siegel-Maier, penulis 'The Naturally Clean Home'.
Sementara itu, tea-tree oil berfungsi sebagai anti jamur. Campurkan beberapa tetes tea-tree oil dengan satu sendok makan cuka, lalu campurkan ke dalam air di botol spray. Sebagai pengharum, tambahkan beberapa tetes minyak lavender. Gunakan campuran ini sebagai pengganti pelembut kain sekaligus anti-bakteri pada pakaian.
4. Cairan Pembersih Jendela & Dapur
Zat berbahaya: 2-Butoxyethanol
Zat 2-Butoxyethanol terkandung dalam cairan pembersih multifungsi, perangkat dapur dan jendela.
Bahayanya: 2-Butoxyethanol merupakan bahan utama pada pembersih jendela. Menurut Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat, bahan ini bisa menyebabkan sakit tenggorokan saat terhirup. Dalam konsentrasi tinggi, 2-Butoxyethanol juga bisa mengakibatkan narcosis (penurunan fungsi sistem saraf pusat), serta kerusakan pada liver dan ginjal. Efeknya bisa lebih berbahaya jika digunakan di dalam ruangan kecil dan tertutup.
"Jika Anda membersihkan di dalam area terbatas, misalnya kamar mandi tanpa ventilasi udara, Anda bisa terkena paparan 2-Butoxyethanol dalam level yang tinggi," ujar Rebecca.
Solusinya: Bersihkan kaca jendela dan cemin dengan koran bekas yang dibasahi cuka. Untuk membersihkan dapur, gunakan bahan pembersih buatan sendiri. Campurkan baking soda, cuka dan minyak esensial. Campuran ini menghasilkan formula pembersih alami yang aman bagi kesehatan.
sumber http://wolipop.detik.com/read/2011/12/08/085829/1785791/858/bahaya-tersembunyi-di-balik-produk-pembersih-rumah
Alasannya, karena sebagian produk pembersih yang ada di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya. Jika terpapar langsung setiap hari, bisa berakibat pada gangguan pernapasan bahkan kerusakan ginjal. Ketahui bahan-bahan berbahaya apa saja di dalam produk pembersih rumah tangga seperti yang dilansir Care2, dan temukan solusi lain yang lebih aman.
1. Pengharum Ruangan & Sabun Cuci Piring
Zat berbahaya: Phthalates
Phthalates biasanya banyak ditemukan dalam produk-produk rumah tangga yang berbau harum, seperti pengharum ruangan, sabun cuci piring atau tisue wangi. Produsen biasanya tidak mencantumkan tulisan 'phthalates' pada kemasannya, tapi jika Anda melihat kata 'fragrance' atau 'perfume' dalam daftar kandungan zat, besar kemungkinan produk tersebut mengandung phthalates.
Bahayanya: Zat kimia ini bisa mengganggu kinerja kelenjar endokrin. Menurut temuan dari para peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention di Harvard School of Public Health, pria dengan konsentrasi phthalates yang tinggi dalam darahnya, jumlah spermanya berkurang. Phthalates juga bisa memicu migrain dan asthma. Meskipun zat tersebut umumnya masuk ke tubuh lewat pernapasan, tapi bisa juga merusak lewat kulit. Alicia Stanton, MD, penulis Hormone Harmony mengingatkan, phthalates yang terpapar lewat kulit bisa terserap dan mengenai organ-organ dalam.
Solusi: Jika memungkinkan, pilihlah produk yang bebas wewangian atau mengandung bahan organik dan alami. Untuk pengharum ruangan, sebaiknya hindari produk yang mengandung aerosol. Ganti dengan minyak aromaterapi esensial atau cukup buka jendela rumah Anda setiap pagi agar udara segar bisa masuk. Tempatkan juga beberapa tanaman di dalam maupun luar rumah, karena tanaman merupakan penghisap racun alami.
2. Sabun & Deterjen Antibakteri
Zat berbahaya: Triclosan
Triclosan banyak terkandung dalam hampir setiap produk sabun cair, sabun batangan, deterjen dan sabun khusus tangan yang dilabeli 'anti-bakteri'.
Bahayanya: Triclosan merupakan agen anti-bakteri yang sangat agresif, tapi justru bisa memicu pertumbuhan bakteri yang kebal terhadap obat. The American Medical Association pun tidak menemukan adanya bukti bahwa bahan anti-mikroba bisa membuat seseorang jadi lebih sehat atau lebih aman. Artinya, kita sebaiknya tidak menggunakan produk-produk anti-bakteri secara berlebihan karena justru berpotensi membuat mikroba jadi lebih kuat.
Selain itu, beberapa studi juga menemukan bahwa konsentrasi tinggi triclosan sangat berbahaya bagi habitat alga yang hidup di sungai dan aliran air. Triclosan juga bisa mengganggu keseimbangan dan fungsi hormon pada tubuh manusia.
Solusi: Deterjen dan sabun biasa (tanpa triclosan atau anti-bakteri) sebenarnya sudah cukup untuk membunuh bakteri. Hanya gunakan produk mengandung triclosan jika Anda berada di lingkungan yang sangat kotor dan penuh kuman, misalnya toilet umum, lokasi bencana atau setelah kontak langsung dengan luka menganga agar bakteri dan kuman bisa mati dengan cepat. Sementara untuk keperluan sehari-hari, hindari penggunaannya.
3. Pelembut Kain
Zat berbahaya: Quartenary Ammonium Compounds (QUATS)
Terdapat dalam cairan pelembut kain dan sebagian besar pembersih perabot rumah tangga yang dilabeli 'anti-bakteri'.
Bahayanya: Quats merupakan bentuk lain dari anti-mikroba, dan efeknya sama seperti triclosan yang berpotensi menumbuhkan bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Quats juga bisa membuat kulit iritasi; sebuah penelitian yang dilakukan selama 10 tahun mengungkap bahwa quats adalah salah satu pemicu terjadinya infeksi kulit. Menurut Rebecca Sutton, PhD, ilmuwan senior dai Environmental Working Group, quats juga diduga jadi penyebab gangguan pernapasan.
"Ada bukti yang menunjukkan, bahkan orang dengan kondisi fisik sehat yang sehari-harinya terpapar quats bisa menderita asthma," terang Rebecca.
Solusinya: Kurangi bahkan jika perlu hentikan pemakaian pelembut kain. Untuk melembutkan kain, Anda bisa gunakan bahan alami dengan campuran cuka dan tea-tree oil.
"Cuka merupakan pelembut kain yang alami. Tidak hanya bebas racun, tapi juga menghilangkan residu sabun dan deterjen," tutur Karyn Siegel-Maier, penulis 'The Naturally Clean Home'.
Sementara itu, tea-tree oil berfungsi sebagai anti jamur. Campurkan beberapa tetes tea-tree oil dengan satu sendok makan cuka, lalu campurkan ke dalam air di botol spray. Sebagai pengharum, tambahkan beberapa tetes minyak lavender. Gunakan campuran ini sebagai pengganti pelembut kain sekaligus anti-bakteri pada pakaian.
4. Cairan Pembersih Jendela & Dapur
Zat berbahaya: 2-Butoxyethanol
Zat 2-Butoxyethanol terkandung dalam cairan pembersih multifungsi, perangkat dapur dan jendela.
Bahayanya: 2-Butoxyethanol merupakan bahan utama pada pembersih jendela. Menurut Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat, bahan ini bisa menyebabkan sakit tenggorokan saat terhirup. Dalam konsentrasi tinggi, 2-Butoxyethanol juga bisa mengakibatkan narcosis (penurunan fungsi sistem saraf pusat), serta kerusakan pada liver dan ginjal. Efeknya bisa lebih berbahaya jika digunakan di dalam ruangan kecil dan tertutup.
"Jika Anda membersihkan di dalam area terbatas, misalnya kamar mandi tanpa ventilasi udara, Anda bisa terkena paparan 2-Butoxyethanol dalam level yang tinggi," ujar Rebecca.
Solusinya: Bersihkan kaca jendela dan cemin dengan koran bekas yang dibasahi cuka. Untuk membersihkan dapur, gunakan bahan pembersih buatan sendiri. Campurkan baking soda, cuka dan minyak esensial. Campuran ini menghasilkan formula pembersih alami yang aman bagi kesehatan.
sumber http://wolipop.detik.com/read/2011/12/08/085829/1785791/858/bahaya-tersembunyi-di-balik-produk-pembersih-rumah
Subscribe to:
Posts (Atom)




